Sabtu, 04 April 2020


Senin, 23 Maret 2020 18:03 WIB

Dalam Sehari 50 Truk Batubara Ditilang Karena Over Tonase

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Berita Daerah

Foto: Hur

Kajanglako.com, Batanghari - Jembatan timbang Muara Tembesi sudah aktif sejak  Agustus 2019 lalu. Berdasarkan data yang diperoleh Kajanglako.com, setiap giat yang dilaksanakan oleh petugas jembatan timbang satu hari penuh, kurang lebih 50 truk angkutan Batubara yang ditilang.

Truk Batubara ditilang lantaran muatannya dinyatakan over tonase. Seyogianya muatan truk batubara hanya maksimal 14 ton. Namun saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas timbang, mayoritas muatan truk melebihi aturan yang sudah diterapkan.



"Jauh sebelumnya, surat edaran untuk semua perusahaan tambang terkait muatan truk sudah disebarkan. Namun kenyataannya masih ada yang membandel membawa muatan batubara over tonase yakni diatas 14 ton," kata Kepala Jembatan Timbang Muara Tembesi, melalui Komandan Regu (Danru) jembatan timbang Gumardi, saat ditemui Senin (23/3/20).

Ketentuan tonase tersebut kata dia, sudah dijelaskan dalam Perda Gubernur Jambi. "Perda Gubernur sudah di edarkan terkait aturan muatan. Namun tidak di indahkan. Menurut Perda Gubernur Jambi, muatan angkutan barang yang melintas tidak boleh lebih dari 14 ton," kata Gumardi.

Disinggung apakah saat giat masih ada pungutan di Jembatan timbang Muara Tembesi? Danru timbang menegaskan bahwa, tidak ada pungutan di Jembatan timbang. "Saya tegaskan tidak ada pungutan di jembatan timbang Muara Tembesi. petugas bekerja sesuai tugasnya masing masing,"ujarnya.

Ditambahkannya, petugas Jembatan timbang Muara Tembesi giatnya hanya satu jam. "Iya, satu jam pagi, satu jam sore dan satu jamnya pada malam hari. Harusnya sopir ada sikap kesadaran sendiri untuk masuk ke jembatan timbang. Namun yang terjadi, jangankan kesadaran sendiri, petugas jaga mengarahkan truk tonase tinggi malah mau ditabrak sopir," kata Danru timbang Gumardi.

Dia juga menegaskan, untuk saat ini personil di Jembatan timbang Muara Tembesi hanya berjumlah 10 orang. Menurutnya, dengan jumlah personil yang ada saat ini masih kurang. "Dulunya kan lebih kurang 40 personil di sini, namun beda dengan sekarang, hanya 10 personil yang ditugaskan. Bagaiman mau kita perketat pengawasannya, sementara jumlah personil kita saja masih kurang," ujarnya.

Untuk diketahui, surat tilang angkutan barang yang over tonase tiga hari sekali langsung diserahkan ke pihak Pengadilan Negeri Muarabulian. Surat tilang tersebut juga tembusan ke Polres Batanghari.

Hal ini dibenarkan oleh Kasat Lantas Polres Batanghari AKP Nafrizal saat dikonfirmasi via Whatsapp nya Senin (23/3/20). "Iya benar, tembusan surat tilang dari jembatan timbang ditujukan ke pihak Polres Batanghari," kata AKP Nafrizal. (Kjcom)


Tag : #Batanghari #Batubara #Razia



Berita Terbaru

 

Sabtu, 04 April 2020 09:45 WIB

Cek Posko Corona Tengah Malam, Al Haris Semangati Petugas Piket


Kajanglako.com, Merangin - Bupati Merangin, Al Haris, memantau posko siaga pencegahan Covid-19 di perbatasan Merangin-Kerinci, Jumat (4/3/20) malam. Dalam

 

Jumat, 03 April 2020 22:27 WIB

Cek Endra Serahkan Bantuan APD untuk Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun - Bupati Sarolangun H Cek Endra menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis di Puskesmas maupun di

 

Jumat, 03 April 2020 19:37 WIB

Gubernur Terbitalkan SE Terbaru Perpanjang WFH ASN Pemprov Jambi


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar, mengeluarkan Surat edaran (SE), Nomor:- SE/GUB.BKD-4.111V/2020 tentang perubahan atas surat edaran

 

Jumat, 03 April 2020 19:32 WIB

Gubernur Video Conference dengan Bupati Walikota Bahas Penanganan Covid-19


Kajanglako.com, Jambi - Rapat Online Gubernur Jambi Fachrori Umar, bersama Bupati dan Wali Kota se Provinsi Jambi dalam upaya penanganan serta pencegahan

 

Jumat, 03 April 2020 15:08 WIB

Solidaritas Pangan Perpus Rakyat untuk Masyarakat Terdampak Covid-19


Kajanglako.com, Jambi - Wabah virus Corona atau Covid-19 masih terus berlangsung di tanah air. Beberapa pihak menyatakan bahwa virus ini akan terus ada