Rabu, 24 Januari 2018
Pencarian


Selasa, 11 Juli 2017 16:23 WIB

Bung Karno dan Sumbangan Rakyat Jambi

Reporter :
Kategori : Ensklopedia

Kunjungan Kedua Kali Presiden Soekarno ke Jambi (1962)

By Kajanglako (JP)

Kali pertama Presiden Soekarno ke Jambi pada Juni 1948 setelah menyinggahi Bukittinggi dan Pekanbaru. Masa itu perjuangan rakyat kian memuncak akibat agresi militer Belanda pertama.



Kehadiran Soekarno ketika itu disambut meriah dalam bentuk unjuk kekuatan pasukan TNI Sub Teritorium Djambi (STD) dan keikutsertaan Tentara Pelajar, organisasi pejuang, palang merah dan organisasi perempuan.

Pada saat yang sama, Bung Karno menerima dana hasil pengumpulan dari rakyat Jambi untuk pembelian pesawat Dakota dengan kode nomor RI 002. Terhadap bantuan rakyat Jambi itu, Soekarno berkata, “Djambi adalah satu Daerah Republik Indonesia jang teristimewa jang daerahnja aman dan makmur dan ekonominja berdjalan dengan baik dan satu daerah pula jang dapat mengexport hasil buminja (karet) dan mengimport barang-barang dari luar negeri".

Sedari bersama, aksi pengumpulan dana masa itu memanglah masuk akal, lantaran memenuhi perlengkapan Negara dalam mempertahankan kedaulatan dari cengkraman kolonial, yakni salah satunya membeli empat Dakota.

Masa itu empat Dakota seharga 1500 ton getah kering. Maka, untuk memenuhi pengumpulan dana tersebut, ada dua skema yang diterapkan masa itu. Pertama, Menarik 5 persen dari hasil penjadapan getah, dan hasil pertanian yang berkesesuaian dengan djumlah getah yang ditetapkan di Kewedanan jang tidak menghasilkan getah.

Kedua, pertama kali untuk pembeli sebagian dari djumlah 4 Dakota pemerintah Daerah Jambi dapat meminjam dari saudagar-saudagar di kota Djambi sedjumlah $ 120.000, dengan djalan menarik 30 persen dari djumlah harga barang-barang jang dikeluarkan. Djumlah ini mesti telah tersedia sebelum bulan Agustus 1948. 50 persen dari djumlah harga 4 Dakota dipandang sebagai bakti. 50 persen dari djumlah harga 4 Dakota dipandang sebagai andeel.

Waktu terus berjalan. Agresi militer Belanda masih terjadi berbagai daerah di tanah air. Sekira empat belas tahun kemudian, yaitu tepatnya 11 April 1962, Soekarno kembali datangi Jambi.

Penyambutan kali kedua ini berbeda bila dibandingkan tahun 1948, yaitu disambut oleh kaum pemuda secara adat, penyerahan cinderamata dari warga, ramah tamah bersama pemuka Kerisedenan Jambi dan beberapa aktivitas lain bersama kelompok warga.

Perbedaan itu menandai situasi pemerintah RI dalam posisi di bawah tekanan kolonial Belanda dan membutuhkan dukungan penuh dan merata dari seluruh rakyat Ind48onesia. Tetapi dalam dua kedatangan itu, Bung Karno tetaplah sosok yang karismatik sekaligus jd pemersatu. Dan Rakyat Jambi senantiasa setia di garis perjuangan RI.

Diolah dari berbagai sumber


Tag : #Jambi #Soekarno #Presiden RI #Agresi Militer II #Rakyat Jambi #perjuangan #kemerdekaan RI



Berita Terbaru

 

Selasa, 23 Januari 2018 23:50 WIB

Dugaan Kecurangan Toke Karet Terkuak, Warga Bandingkan Hasil Timbangan dengan Milik Sendiri


Kajanglako.com, Bungo – Petani Karet yang ada di Wilayah Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, mulai resah dengan hasil timbangan yang

 

Penyelundupan Satwa Langka
Selasa, 23 Januari 2018 20:26 WIB

BKIPM Jambi Gagalkan Penyelundupan 7 Anak Buaya Via Bandara


Kajanglako.com, Jambi – Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi bekerja sama dengan Avsec Bandara Sultan Thaha, berhasil menggagalkan

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:14 WIB

Selain Diselingkuhi, Juanda Mengaku Juga Sering Dianiaya Istrinya


Kajanglako.com, Batanghari - Sebelum belang sang istri yang kedapatan selingkuh dengan Kades Padang Kelapo mencuat. Juanda akui sudah seringkali dianiaya

 

Selasa, 23 Januari 2018 20:03 WIB

Juanda Lapor ke Inspektorat, Kades Padang Kelapo Berdalih Hanya Ajak 'EN' Rapat


Kajanglako.com, Batanghari - Kasus perselingkuhan Kades Padang Kelapo akhirnya berlanjut. Juanda, beserta sejumlah saksi melaporkan kasus tersebut ke Inspektorat

 

Selasa, 23 Januari 2018 19:49 WIB

Heboh, Kades Padang Kelapo Dikabarkan 'Gituan' di Semak-semak


Kajanglako.com, Batanghari - Selaku pemimpin desa harusnya bisa membimbing warga desanya dengan baik. Namun, yang terjadi kali ini bertolak belakang. Jangankan